Tampilkan postingan dengan label Sastra - Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra - Jawa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 9

Babad Tanah Jawi, Sejarah Jawa Abad 2 - 16 M

Judul : Babad Tanah Jawi
Gubahan : L. Van Rijckevorsel dan R.D.S Hadiwidjana
Penerbit : J.B.Wolters UM Groningen Den Haag
Tahun : 1925

Review:
Babad Tanah Jawi adalah salah satu sumber yang ada untuk mengetahui sejarah tanah jawa. Hingga saat ini belum diketahui dengan jelas siapa sebenarnya yang menyusun dan menulis Babad Tanah Jawi. Diperkirakan babad ini ditulis pada sekitar abad 17 atau 18. Babad Tanah Jawi memiliki beberapa versi, dan yang ada di tangan kita sekarang ini adalah Babad Tanah Jawi versi yang digubah oleh L. Van Rijckevorsel (Direktur Normaalschool Muntilan) dan R.D.S Hadiwidjana (Guru Kweekschool Muntilan)
Babad Tanah Jawi berisi sejarah tanah jawa mulai dari masa Hindu (sekitar abad II atau III M) hingga masa keruntuhan Majapahit (Abad XVI M).
Meskipun tingkat validitas data karya ini masih berada di bawah Kitab Negarakertagama yang ditulis segera setelah peristiwa terjadi, tetap saja Babad Tanah Jawi merupakan salah satu sumber literatur yang utama untuk mengetahui sejarah tanah Jawa.




Senin, Januari 28

Pararaton; Kisah Raja-raja Jawa


Judul : Kitab Pararaton
Penulis : - (1535/1613)
Penerbit : -
Tahun :

Review:
Pararaton, sebutan lainya Kitab Para Raja, Kitab Para Ratu atau juga Kitab Para Datu, puisi sejarah tentang asal-usul kerajaan Singhasari, pendahulu Majapahit, kemudian Majapahit sendiri. Pararaton dibuat pada tahun saka "Keinginginan Sifat Angin Orang" atau: 1535 atau 1613 M, 11 tahun ketika Belanda menginjakan kaki di tanah Jawa, yang konon katanya di tulis dalam bahasa Kawi -Jawa Kuno, identitas pengarang tidak diketahui, anonym, tapi ada yang menyebutkan pula bahwa tanggal entri terakhir 1481. Fokus dari isinya adalah tentang sejarah awal mitologis Ken Angrok alias Ken Arok, dikiahkan detail sebelum ia naik takhta, dengan masa hidup menurut Pararaton antara 1182-1247 M, kematian yang selisih 20 tahun dengan yang diceritakan Naskah Nagarakertagama, berita Nagarakertagama 1227 Masehi, persis sama dengan tahun kematian Jenghis Khan, Sang Penakluk, Kaisar Imperium Mongol.

Naskah ini memang merupakan salah satu naskah rujukan utama untuk mengetahui sejarah Jawa, namun banyak yang mengatakan bahwa tingkat kesahihan Pararaton jauh lebih rendah dibandingkan dengan Negarakertagama. Hal ini disebabkan karena jauhnya jarak antara penulisan Pararaton dengan peristiwa sejarah yang diceritakannya, selain itu unsur mistis dan mitologis di Pararaton jauh lebih kental dibandingkan dengan Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca.



TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons