Rabu, Desember 12

Negeri 5 Menara, Sebuah Kisah dari Pesantren

image

Judul : Negeri 5 Menara
Produser : Aoura Lovenson Chandra, Dinna Jasanti Dan Salman Aristo
Produksi : KG PRODUCTION
Sutradara : Affandi Abdul Rachman
Casting director: Shakti Harimurti
Pemain: Gazza Zubizzaretha (Alif), Ernest Samudera (Said), Billy Sandi (Baso), Rizki Ramdani (Atang), Aris Adnanda Putra (Dulmadjid), Jiofani Lubis (Raja), Eriska Rein (Sarah), dan Meirayni Fauziah (Nissa). Ikang Fauzi, Andika Pratama, David Cholik dan Lulu Tobing.

Review:
Mengisahkan perjalanan hidup Alif Fikri dari Maninjau, Sumbar yang setengah hati mengikuti kemauan orang tuanya untuk melanjutkan sekolah di Pondok Madani Ponorogo. Alif sangat ingin bersekolah di Bandung kemudian melanjutkan kuliah di ITB, seperti idolanya BJ. HABIBIE.
Di pesantren ia berteman dengan 5 orang teman satu asramanya, Raja Lubis dari Medan, Said Jufri dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso Salahuddin dari Gowa, kemudian menjuluki diri mereka Sahibul Menara. Mereka semua terkesima dengan kalimat “Manjadda wajadda” yang artinya “Siapa yang bersungguh sungguh dia yang kan berhasil” oleh Ust. Salman pada hari pertama belajar mengajar dimulai, merekapun berusaha untuk mewujudkan impiannya masing-masing.
Alif kemudian mulai merasa betah di pesantren dan ikut kegiatan ekskul Majalah Syams. Kegamangannya kembali menerpa setelah Baso memutuskan keluar dari pesantren untuk merawat neneknya yang sakit.

image
Kekaguman saya pada cast utama berlanjut pada pemilihan Billy Sandi yang memerankan Baso, wajah innocentnya, karisma pemimpinnya dan aura pembangun semangatnya begitu terasa throughout the movie, seolah Basolah pemeran utama film ini bukan Alif.
Akting yang natural dari para aktor aktor muda ini tak terlepas dari tangan sutradara film ini yang mampu mengarahkan mereka. Thumbs up!
Pesantren yang digambarkan pada film ini begitu berbeda dengan image pesantren kebanyakan yang seringkali diceritakan oleh orang orang dan pemberitaan di tv, dimana pesantren seringkali dikatakan tertutup dengan pengajaran ilmu agama yang sangat mendalam dan metode pengajaran yang kaku.
Tapi di pesantren ini ada Kiai yang bermain gitar, hiruk pikuk pertunjukan seni, penampilan R&B dan hip hop style dan banyak hal asik lainnya tentunya dengan tidak melupakan pelajaran hidup berlandaskan agama yang disampaikan secara inspiratif, contoh saja ketika Ust. Salman membawa pedang karatan dan terus berusaha memotong kayu yang cukup tebal untuk menunjukkan bahwa Man jadda wajadda.



Nonton dan Download Negeri 5 Menara dari Youtube:



Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons