Rabu, Juli 11

Nyanyian Cinta



Judul Buku       : Nyanyian Cinta Antologi Cerpen Santri Pulihan.
Pengarang        : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit            : Republika
Cetakan           : VI, Maret 2008
Tebal Buku       : 198 Halaman

Habiburrahman El shirazy, merupakan seorang novelis, cerpenis dan juga seorang sutradara lulusan Universitas Al-Azhar Cairo, Mesir yang tekenal di Indonesia. Hampir semua karya-karya cerpen dan novelnya fenomenal. Salah satunya adalah Ayat-Ayat Cinta yang mendapatkan 3 penghargaan yaitu Pena Award 2005, The Most Favorite Book 2005 dan IBF Award 2005. Dan banyak novel-novel karyanya pernah difilmkan seperti Ketika Cinta Bertasbih, Ayat-Ayat Cinta dan Dalam Mihrob Cinta. Habiburrahman El Shirazy banyak memberi pengaruh terhadap perfilman di Indonesia.
Buku kumpulan cerpen “Nyanyian Cinta” merupakan karya-karya santri pilihan. Cerpen ini banyak memuat tentang nilai-nilai moral dan akhlak-akhlak yang mulia sesuai dengan kepribadian Rosulullah Saw.
Dalam cerpen ini Habiburrahman menceritakan tentang kehidupan mehasiswa Indonesia yang bersekolah di Al-Azhar Cairo, Mesir. “Dengan keterbatasan ekonominya Mahmud mampu menyelesaikan kuliahnya difakultas Dakwah dengan nilai mumtaz”. (halaman 36).
Habiburrahman yang juga menyelibkan kata-kata bahasa Arab seperti percakapan yang dilakukan Mahmud dengan seorang gadis.
“E…sab’ah junaihat”.
“ghali awi!”
“La ya anisah, hadza jaded”.
“Arba’ah mumkin?” (halaman 29).
Sedangkan dalam cerpen “Sayap-Sayap Cinta-Nya” karya Muhammad Kasmijan banyak menggunakan gaya bahasa antropomorfisme yaitu atribusi karakteristik manusia ke mahkluk bukan manusia. Missal, “Jari-jemari yang mulia iru segera melepas ikatan yang ada pada rusa. Setelah lepas rusa itu segera berlalu dan berkata, “Tunggulah sampai aku dating wahai insane mulia.” (halaman 119).
Cerpen “Sayap-Sayap Cinta-Nya” menceritakan tentang akhlak mulia seorang pemuda yang menolong seekor rusa. Dia rela mengikat tali kebadannya untuk menggantikan rusa itu, rusa itu bejanji akan kembali setelah menyusui anak-anaknya. Pemburu marah ketika melihat rusanya lepas dan akan menjadikan pemuda itu budak apabila rusa tersebut tidak kembali. Sang pemburu pada akhirnya diam terpaku setelah melihat rusa tersebut benar-benar kembali.
Selain itu cerpan Habiburrahman menggunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti, sopan dan sederhana sehingga pembaca tidak merasa kesulitan untu memahami maksudnya.
Dalam penulisan karya-karyanya penulisan kelahiran 30 September 1976 ini banyak dilator belakangi oleh pendidikannya. Pada tahun 1999 Kang Abik lulus S-1 di universitas Al-Azhar mesir, Cairo jurusan Hadits. Pada tahun 2001 Kang Abik telah merampungkan Postgraduate Diploma (Pg. D) S-2 di The Institute for Islamic Studies in Cairo. Jadi tidak heran kalau karya-karyanya berbau islami. Setting tempat dalam cerpen tersebut, seperti Masjid Al-Fath Ramsis, Universitas Al-Azhar, kota Madrid, dan Asyutt benar adanya.
Secara keseluruhan kumpulan cerpen “Nyanyian Cinta” bagus dan mengandung nilai-nilai moral yang sesuai dengan kalangan remaja maupun dewasa. Serta dalam cerpen ini banyak dibumbui dengan permasalahan sosia dan pemecahan masalah melalui sudut pandan islami. Meskipun demikian dalam kumpulan cerpen “Nyanyian Cinta” ini masih ada beberapa cerpen yang dalam endingnya masih belum tuntas sehingga seolah-olah cerita tersebut ngambang.
Beberapa cerpen Kang Abik yang termuat dalam antalogi antara lain; Ketika Duka Tersenyum (FBA, 2001), Merah di Jenin (FBA, 2002) dll. Beberapa tulisanya yang pernah menghiasi republika, Anninda, Jurnal Sastra dan Budaya Kinanah dll.
 
 

Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons