Rabu, Juli 11

Setelah Kau Menikahiku


Ku tahu sebaik apapun ku berusaha Ku hanya manusia biasa Yang penuh lupa dan dosa Tapi pada-Mu ya Rabb ku pinta Siapapun bidadari yg kau siapkan untukku Semoga ku bisa menjadi yang terbaik baginya.Untuk sebuah cinta suci mulia Agar dapat kembali bersua.

Puspita tak percaya pada lembaga pernikahan, namun tantangan Idan untuk
membuktikannya tak bisa ditolak. Maka mereka pun melakukan simulasi
pernikahan.

Aku sungguh-sungguh tidak mengerti kenapa orang harus menikah," gerutuku.
Idan tertawa. "Ibumu menanyakan calonmu lagi?" Aku mengangguk cemberut.

"Apa jawaban mu kali ini?" godanya.

"Aku tidak menjawab. Aku langsung meninggalkan ruang makan dan masuk ke
kamar."

Idan terbahak. "Kau kekanak-kanakan," katanya.

"Habis jawaban apalagi yang mesti kuberikan, Dan? Aku sudah kehabisan
alasan, kehabisan stok bohong. Dan ibuku malah makin gencar menteror."

Idan tersenyum. "Kau benar-benar seperti anak-anak. Kalau kau jadi
ibumu, apa kau tidak akan blingsatan kalau anakmu belum juga menikah
pada usia tiga puluh tiga."

"Aku akan sangat gembira kalau anakku tidak menikah seumur hidupnya,"
komentarku.

Alis Idan terangkat. "Kenapa?"

"Pernikahan hanya memperumit hidup perempuan."


Artikel Terkait:

0 komentar:

Poskan Komentar

TwitterFacebookGoogle PlusLinkedInRSS FeedEmail

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Bluehost Coupons